MENGENAL RASULULLAH ﷺ - SYARAT KEIMANAN
Berkata Al Habib Achmad Jamal bin Toha Ba’agil; “Sejarah Rasulullah ﷺ sangat penting untuk dipelajari agar kita kenal Nabi Muhammad. Dengan mengenal Rasulullah ﷺ nescaya kita semakin cinta kepada Baginda. Tahap cinta kita kepada Rasulullah ﷺ tergantung tahap kita mengenal Nabi Muhammad ﷺ.”
Fahami, mengenal Rasul ﷺ itu
adalah prinsip akidah, ia Wajib, dan syarat diterimanya iman. Sabda Rasulullah ﷺ;
“Maka demi jiwaku dalam kekuasaanNya, tidaklah (sempurna) iman seseorang
kamu sehingga aku lebih dikasihi daripada anaknya, ibu bapanya, dan manusia
seluruhnya.” (Riwayat Bukhari, Muslim, dan Nasa’i)
Kita diperintahkan mencintai
Rasulullah ﷺ. Namun ingat, tak kenal maka tak cinta. Mustahil seseorang boleh
mencintai tanpa mengenal. Maka, mengenal Rasul ﷺ adalah agar kita menjadi
cinta, takzhim, rindu pada Baginda, dan merasa senang mengerjakan ajaran Baginda
ﷺ.
Antara
keutamaan yang lain dalam mengenal dan mencintai Rasulullah ﷺ adalah:
1. Rasulullah adalah contoh terbaik dalam
segala hal di kehidupan manusia. Sehingga sesiapapun akan mendapatkan hidup terbaik
dengan mencontohi Rasulullah ﷺ. Firman Allah ﷻ di dalam Surah Al Ahzab, ayat 21:
“لَّقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ”
“Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri
Rasulullah itu contoh ikutan yang baik…”.
2. Agar dapat memahami Al-Qur’an kerana Rasulullah ﷺ yang mengerti perintah Allah di
dalam Al-Qur’an. Sebagai contoh di dalam Al-Qur’an ada perintah wudhu, namun
kita tidak akan tahu cara berwudhu jika tidak mempelajari cara
Rasulullah ﷺ berwudhu.
3. Dapat bersama Baginda ﷺ di Akhirat kelak seperti sabda Rasulullah ﷺ; “Seseorang
akan dikumpulkan bersama-sama yang dicintainya…” – Riwayat Bukhari dan Muslim.
Sejauh manakah kita dapat
mengenal Rasulullah? Ulama pernah menyebut, “Sepandai manapun seseorang
mensifatkan kemuliaan orang, namun walau dia menggunakan seluruh usia dunia
hingga habis, tetap tidak dapat
mensifatkan kemuliaan yang Allah kurniakan kepada Baginda.”. Ertinya kisah
Nabi Muhammad ﷺ tersangatlah luas.
Dan ini adalah nikmat bagi umat
Baginda ﷺ. Seperti kata Al Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi, Solo; “Bagi
yang sudah kenal dengan terperinci maka akan merasa nikmat ketika mendengar
sifat Rasulullah ﷺ. Bagi yang kenal sekadarnya, akan tambah senang kerana
bertambah pengetahuannya tentang Rasul. Bagi yang belum kenal, akan mengatakan,
ternyata ini (keindahan) Rasulullah ﷺ.”
Sedikit
yang dapat penulis kongsikan akan keindahan Rasulullah ﷺ adalah dari ucapan indah
Sayyidina Abu Hurairah ra, berkata:
مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ كَأَنَّ
الشَّمْسَ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ
“Tidak pernah saya melihat sesuatu
yang terlebih indah dari Rasulullah ﷺ seolah-olah matahari sedang beredar di
wajahnya.” (Riwayat Imam ibn Sa’d, Ahmad, ibn Hibban, dan al-Baihaqi)
Berkata
Imam Abu Sulaiman Al-Khattabi; “cinta kepada Rasulullah ﷺ adalah cinta yang
diusahakan (ikhtiyar)”. Justeru, mari ikhtiyar mengenal Nabi dengan mempelajari
Hadis, Sirah, Syama’il (sifat), Fadha’il (keutamaan), Khoso’is (kekhususan),
Dala’il (tanda-tanda), Sahabat, dan Ahlul Bait (ahli keluarga dan keturunan
mulia) Baginda ﷺ. Sungguh, mengenal keindahan Rasulullah ﷺ adalah ubat
kesedihan dan nikmat yang amat besar. Wallahu’alam.
Comments
Post a Comment